Buah Keikhlasan dalam Berhaji Perjalanan hidup seseorang menjadi sangat berarti ketika mengalami
perubahan ke arah yang lebih baik. Budi Prayitno misalnya, da'i muda
dari Kota Kembang Bandung ini merasa hidupnya berubah setelah
melaksanakan ibadah haji pertama kali pada 2001.
Budi adalah
public relation(PR) PT Shafira Laras Persada dan aktif berdakwah di berbagai pengajian
baik di kampung maupun melalui siaran radio dan televisi. Usai berhaji,
kata dia, dia bertekad untuk ikhlas berdakwah. `'Banyak hikmah dari
melaksanakan ibadah haji dan mengubah besar orientasi hidup saya,''kata
pria kelahiran Purwakarta, 20 Mei 1963 ini. Sebelum berhaji, ia mengaku
menomorduakan dakwah dan lebih giat dengan kegiatan bisnis dan ekonomi.
Ibadah haji menurut Budi memberikan pelajaran pengalaman rohani yang
tak terlupakan sepanjang hidupnya. `'Kunci dari menjalani kehidupan
dengan damai adalah dengan modal keikhlasan dalam berbuat,''ungkap pria
yang sudah dua kali melaksanakan ibadah haji tahun 2001 dan 2005 serta
umrah tahun 2006 lalu.
Haji membuatnya introspeksi diri. Salah satu kisahnya adalah ia
kehilangan kopor bagasinya sesaat setelah tiba di Bandara King Abdul
Aziz Jeddah. Semua rombongan telah mencari namun kopor itu tiada. Budi
sudah mengiklaskan kopornya. Saat itu, kopornya menyembul di antara
kopor jamaah lain.
Keputusan tersulit yang ia buat saat berhaji adalah mengikhlaskan piutang senilai ratusan juta. Dia ber
azambahwa rekannya tak lagi bisa membayar dan ia mengiklaskannya saat
berada di haji. Pria yang sibuk mengisi acara pengajian di perkantoran
dan Daarut Tauhid itu membuat keputusan yang setelah kembali ke Tanah
Air justeru merasakan bisa kembali menjalankan roda ekonomi dengan baik.
`'Allah memudahkan rizki saya,''ujarnya. Pelajaran ikhlas inilah yang
mendorongnya untuk tetap berjalan di jalur dakwah yang sudah
dirintisnya sejak masa SMA di Kota Bandung. Budi mengaku tidak
menyangka bisa melaksanakan ibadah haji untuk pertama kalinya tanpa
mengeluarkan sama sekali. Ia menjadi utusan Masjid Salman ITB dengan
menjadi asisten pembimbing. Padahal ujar dia sebelumnya ia hanya
menggantikan posisi asisten lainnya yang tidak jadi berangkat.
`'Saya merasa tidak pantas karena banyak amal ibadah yang belum bisa
dilakukan,''tandas Budi yang mantan aktivis Masjid Salman. Ia menilai
kemudahan yang diperoleh untuk melaksanakan ibadah haji disyukurinya
dengan diikhlasannya semua piutang uang ratusan juta rupiah. Dalam
perjalanan haji yang kedua kalinya bersama sang sitri Lilis Irianingsih
(45 tahun) tahun 2005 lalu, pengalaman rohaninya makin mantap.
Pasalnya, Budi bisa merayakan ulangtahun pernikahanya bersama istri
saat melakukan ibadah haji.
`'Kami berdua tidak menyadari sebelumnya. Saya baru mengetahuinya
setelah ada salah satu jamaah yang merayakannya,''kata Budi yang tidak
biasa merayakan ulang tahun pernikahan. Momen tersebut dimanfaatkan
Budi dan istrinya untuk lebih sayang dan mencintai untuk membina rumah
tangga karena Allah di hadapan Ka'bah dari jarak yang dekat.
Peristiwa yang tak kalah berkesan menurut Budi saat ia dan sejumlah
jamaah haji lainnya terjebak dalam lift sebuah hotel yang baru
dibangun.''Lift itu melorot jatuh dari lantai lima hingga ke
basement.
Akibatnya kami terkunci selama hampir setengah jam,''ungkap pria yang
sudah dikaruniai tiga orang putra yaitu Ahmad Hasan (19), Hani Fauziah
(15) dan Muhammad Fadil (10).
Selama terkurung dalam lift, Budi mengatakan semua jamaah berdoa dan
meminta bantuan melalui HP ke anggota jamaah lainnya. `'Kami semua
berdoa sambil mengingat amal dengan permohonan kepada Allah. Akhirnya
pintu lift bisa dibuka setelah petugas hotel yang membawa kunci
datang,''ujar dia yang tidak menamatkan kuliahnya di jurusan Psikologi
Universitas Padjdjaran (Unpad) dan Universitas Islam Bandung (Unisba).
Pengalaman dan kemudahan dari haji yang telah Budi jalani membuat ia
kini memilih jalur dakwah di atas aktivitas lainnya. Saat ini, katanya
dia merasakan ketenangan menjalani hidup dengan berbagi ilmu dengan
umat muslim lainnya. Budi kini aktif berdakwah di Pesantren Daarut
Tauhid (DT), Yayasan Percikan Iman, Masjid Lautze Bandung, Yayasan Al
Furqon Palembang, PT Conoco Philips, Laut Cina Selatan, relawan Syamsi
Dhuha Foundation dan lain sebagianya. rig
_________________


STOP.. Buang jauh - jauh pikiran - pikiran negativ dan bersiap - siaplah untuk membangun Investasi anda menjadi Keuntungan yang anda peroleh demi masa depan anda bersama go-investor